Perumusan Output Dan Outcome Untuk Penguatan Anggaran Berbasis Kinerja
Kesekretariatan - 11/25/2014 4:16:43 PM
Untuk mendukung penerapan informasi kinerja, pada hari Kamis (20/11) dilaksanakan Workshop Penataan Arsitektur dan Informasi Kinerja di Dhanapala. Melalui workshop ini diharapkan penerapan informasi kinerja ini akan diterapkan pada penyusunan RKA-K/L 2016 bisa berjalan mulus.
 

 
Nota Keuangan dan APBNP 2014
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
Dalam rangka mengendalikan dan mengamankan pelaksanaan APBN tahun 2014 dan menjaga defisit APBN dalam batas yang aman, perlu dilakukan langkah-langkah konsolidasi fiskal, pada komponen-komponen utama APBN. Langkah tersebut meliputi optimalisasi penerimaan, baik pajak maupun bukan pajak; efisiensi dan pengendalian belanja negara; serta peningkatan kapasitas pembiayaan anggaran.
 

 

 
 
 
Presiden: Anggaran Pertanian 2011 Rp16,7 Triliun
Perencanaan Anggaran
Printable View

Tenggarong (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan anggaran untuk sektor pertanian di tanah air pada 2011 mencapai Rp16,7 triliun, atau mengalami kenaikan lebih dari 100 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

"Besarnya penganggaran ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan perhatian bagi pengembangan pertanian di Indonesia," ujar SBY saat dialog dengan Peserta Pekan Nasional (Penas) XIII Petani Nelayan melalui video conference di GOR Pencak Silat Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, Kaltim, Rabu.

Dialog ini digelar panitia Penas sebagai bagian dari pelaksanaan hari puncak Penas XIII 2011. Dialog yang dipandu Menteri Pertanian Suswono ini dihadiri sejumlah gubernur dari berbagai provinsi, serta sejumlah bupati dan wali kota se-Indonesia.

Pemerintah, katanya, telah berkomitmen melaksanakan program revitalisasi sektor pertanian, guna mendukung kesuksesan program ini harus diberikan alokasi anggaran yang memadai.

Menurut dia, pemerintah terus meningkatkan anggaran pada sektor ini dari tahun ke tahun, sedangkan anggaran sebesar Rp16,7 triliun yang tentunya mengalami peningkatan lebih dari 100 persen itu, belum termasuk anggaran yang diposkan ke departeman lain yang terkait.

Dia juga meminta semua pihak, jika melihat jumlah anggaran pertanian hendaknya juga dilihat anggaran yang berada di pos lain, karena untuk pembangunan pertanian ini bukan hanya terpos di Kementerian Pertanian saja.

Anggaran pertanian itu bisa juga berada di Kementerian Pekerjaan Umum melalui pembangunan irigasi, serta kementerian lain yang juga berkorelasi dengan pertanian.

Bahkan, pemerintah juga menyediakan anggaran untuk berbagai subsidi, seperti subsidi pupuk, benih dan lainnya yang tidak masuk dalam anggaran yang sebesar Rp16,7 triliun itu.

Banyaknya anggaran ini dimaksudkan agar pelaksanaan pertanian mampu meningkatkan kesejahteraan para pelakunya, khususnya para petani dan nelayan, serta para pelaku usaha lain yang terkait.

Indonesia, katanya, merupakan negara yang memiliki kawasan sangat potensial untuk pengembangan pertanian dalam arti luas. Bahkan, melalui program revitalisasi sektor pertanian akan menjadi momen penting untuk kebangkitan dan kejayaan pertanian Indonesia.

"Dari adanya dukungan dana yang tiap tahun terus ditingkatkan sesuai dengan kemampuan pendapatan negara, diharapkan bisa memberikan dorongan dan semangat para pelaku sektor ini untuk meningkatkan kinerja dan produktivitasnya," ujar presiden.(*) (T.KR-GFR/H-KWR)
Editor: Ruslan Burhani COPYRIGHT 2011

http://www.antaranews.com


 
 
                   
Copyright 2005 Direktorat Jenderal Anggaran
Jalan Dr. Wahidin No. 1 Gedung Sutikno Slamet Lantai 4 Jakarta Pusat 10710
users online
Website ini ditulis oleh R. Koswara Adisaputra, Pusat Informasi dan Teknologi Keuangan untuk Direktorat Jenderal Anggaran












// -->